''Westi!! Liat ke kiri!! Wandi!!''
Aku menoleh, speechless. Goyangan kencang Ayu tidak terasa sakit dibanding perasaan senang yang membuncah melihat sesosok berbaju merah yang sedang bersepeda disisi kiri ku. Hanya sepersekian detik. Senyum. Bibir merah jambu. Ribuan semut berbaris diatas mata. Semangat. Lagi.
Aku menoleh lagi ke belakang, yang terlihat hanya punggung dan kaki yang berlapis celana trainning mengayuh pedal sepeda gunung berwarna hitam. Punggung itu hebat dua tahun yang lalu. Sangat hebat.
Masih tidak percaya, Aku berkaca di spion motorku. Lalu menoleh ke belakang lagi, Punggung itu sudah hilang.
Xoxo,
Westi
No comments:
Post a Comment